Wednesday, November 22, 2017

Alternatif Menjadi Guru Online

Menjadi seorang guru adalah sebuah pekerjaan yang mulia. Selain mendapatkan pahala yang mengalir, ketika dia mengajarkan atau membagi ilmunya kepada yang lain, khususnya muridnya, beliau akan mendapatkan tambahan ilmu, entah itu dalam bentuk apa.


Selain kaya ilmu, seorang Guru juga harus memiliki kaya kesabaran. Terutama ketika menghadapi anak didiknya yang nakal. Penulis dulu pernah menjadi Guru pengganti, dan pernah bekerja sebagai laboran, permasalahan utama yang penulis hadapi adalah tingkat sopan-santun dari anak didik terutama yang berlatar belakang orang kaya. Jika terdapat anak didik yang tidak sopan, kadang yang dilakukan Guru menjadi serba salah. Dimarahi dengan cara halus, siswa semakin menjadi-jadi, dinasehati secara kasar, sang Guru malah masuk Polisi. Sehingga dalam tulisan ini adalah salah satu bentuk saran penulis, solusi bagi Guru yang berkarakter "miskin kesabaran" seperti penulis.

Guru Online yang penulis maksudkan di sini bukanlah Guru yang mengajar muridnya melalui media komunikasi online. Namun Guru ini adalah siapapun yang membuat konten edukasi, dan mempublikasikannya melalui media online. Contohnya membuat blog edukasi, blog yang berisi soal-soal dan pembahasannya, video tutorial, membuat app atau game edukasi, dan lain sebagainya. 

Menjadi Guru online ini menurut penulis lebih berkah, karena penulis tidak perlu melihat tingkah laku siswa yang tidak sopan, yang kadang memancing emosi. Dengan mendistribusikannya secara gratis, siapapun dapat menjadi murid penulis, dan penulis tidak perlu tahu siapa mereka. 

Advertisement

Contoh konten edukasi yang penulis sebarkan secara online adalah aplikasi dan game Android dengan nama developer Computational Lab di Google Play Stores. Konten-konten ini telah penulis buat mulai tahun 2014, dan sampai saat tulisan ini dibuat telah digunakan oleh beberapa negara, terutama pengguna Android di Brazil. Oleh karena itu menjadi Guru Online adalah salah satu potensi pekerjaan yang berorientasi internasional.

Kemudian bagaimana mendapatkan income dari menjadi Guru Online? Sebagaimana yang penulis lakukan di sini, cara yang memungkinkan adalah dengan memasang iklan pada konten edukasi. Konten edukasi penulis, kebanyakan penulis distribusikan secara gratis, namun beriklan. Iklan yang penulis pasang adalah iklan dari program Adsense. Dengan semakin banyak jumlah konten edukasi yang didistribusikan, maka potensi pendapatan akan menjadi Guru online juga semakin besar.

Perlu diketahui juga, karena diperuntukkan untuk pendidikan, iklan yang penulis pasang adalah iklan yang penulis usahakan sudah terfilter. Maksudnya di sini, iklan yang tampil tidak boleh sembarangan. Contohnya penulis memblokir iklan yang berkategori rokok, judi, penurunan berat badan, atau iklan-iklan sensitif lainnya. Sehingga dengan banyaknya iklan yang terfilter semacam ini, penulis berharap konten edukasi penulis dapat dikonsumsi oleh siswa-siswa SD sekalipun. Meskipun dalam prakteknya masih diperlukan juga pegawasan lebih lanjut terhadap pengiklan yang nakal.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan, menjadi Guru online adalah salah satu alternatif yang dapat dilakukan bagi Guru yang tidak dapat menahan emosi. Dikarenakan bekerja secara online, maka income yang didapat juga harus diorientasikan secara online.

logo

Popular Posts