Postingan

Pengalaman Perpanjangan SIM C beda Alamat

Gambar
  Setelah mengurusi mutasi masuk sepeda motor , karena masih jam 10.30, penulis mencoba langsung pergi ke Satpas Banyuwangi, yang berada di peta berikut: Dikarenakan alamat KTP berbeda dengan yang di SIM sebelumnya, maka perpanjangan SIM, alamatnya disesuaikan dengan yang di KTP. Yaitu diganti dari Kediri ke Banyuwangi. Berdasarkan pengalaman pengurusan ganti plat nomor sebelumnya dan melihat-lihat persyaratan perpanjangan SIM C di banner depan Satpas, penulis langsung menuju koperasi, bukan ke bagian informasi. Berlagak sudah pro, penulis langsung menyodorkan KTP dan SIM, sambil berkata "Perpanjangan SIM Mas!". Mas penjaga mesin Fotokopi pun langsung mengambilkan map, memfotokopi KTP sebanyak empat lembar lebih, dan menjepret-jepretnya ke map, termasuk SIM C asli, dengan biaya 15 ribu rupiah. "Habis ini ke asuransi disebelah dulu Pak" jawab Mas penjaga toko ketika penulis tanya letak cek kesehatan. Dalam hati, penulis bertanya "Asuransi, sepertinya tidak terte

Pengalaman Mutasi Sepeda Motor Beda Kabupaten

Gambar
  April 2021 adalah masa pajak lima tahunan sepeda motor Verza 2016 milik penulis. Sepeda motor tersebut dalam BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) tertera atas nama penulis dan ditunjukkan sebagaimana dalam video di bawah ini: Disebabkan menikah, alamat penulis di KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang semula beralamat Kediri, pindah ke Banyuwangi. Hal ini ternyata menyebabkan alamat kepemilikan dalam BPKB harus diganti pula. Artinya, dalam BPKB, sepeda motor atas nama tetap (nama penulis), dengan alamat yang berbeda, sesuai KTP. Prosesnya adalah kurang lebih dalam tahap-tahap berikut: Koperasi Pertama, harusnya penulis fotokopi dan membeli map di koperasi Samsat. Penulis lupa, untuk pengurusan seperti KTP, KK, SIM, Pajak, sertifikat tanah, Pajak lima tahunan sepeda motor atau semacamnya, harusnya pergi dulu ke koperasi yang ada di dalam instansi yang bersangkutan. Tidak tahu mengapa, penjaga koperasi itu tahu banyak hal. Mereka sama seperti bagian informasi, yang tahu macam dan persyarata

Apakah Kuliah untuk Bekerja

Tidak lama sebelum tulisan ini ditulis, dalam posting Facebook-nya, profesor penulis mengeluhkan menunjukkan adanya persaingan tidak sehat di antara perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Kompetisi ini, tidak lain karena banyaknya perusahaan/instansi di Indonesia, mensyaratkan IPK sebagai administrasi utama, yang jika tidak memenuhi di atas tiga, maka surat lamaran akan masuk tong sampah. Penulis pernah membuktikannya sendiri ketika bekerja di suatu sekolah swasta, sebelum masuk meja "HRD", surat lamaran calon karyawan yang masuk, di sortir dulu untuk dipilih yang hanya ber-IPK tiga. Padahal yang mensortir itu sendiri hanya lulusan SMA. Dan diakhir tulisan, profesor penulis menekankan, bahwa untuk bekerja yang dibutuhkan adalah skill dan kemauan untuk bekerja keras, bukanlah IPK. Lalu apakah kuliah untuk bekerja? Menurut penulis, jika cita-citanya memang untuk menjadi tenaga pengajar, seperti guru atau dosen, adalah benar jika kuliah untuk bekerja. Bekerja sebenarnya

Algorithma Jadwal Shift Satpam dengan Javascript

Gambar
Sebuah sekolah memiliki tiga unit pendidikan SD, SMP, dan SMA. Masing-masing unit, memiliki empat orang Satpam yang berjaga bergantian 24 jam, selama 7 hari kerja, yaitu jam kerja pagi(6:00-14:00), siang(14:00-22:00), malam(22:00-6:00), dan libur. Sedangkan pergantian tiap Satpam, dari jam kerja satu ke yang lain, misalnya dari jam kerja pagi ke jam kerja siang, dilakukan tiap dua hari sekali. Sehingga tiap jam kerja terdapat tiga orang Satpam yang bertugas, dan setelah mendapat piket masuk malam, Satpam yang bersangkutan mendapat libur dua hari. Kode di bawah ini adalah kode Javascript implementasi kasus pergantian jam kerja di atas. Di mana input tanggal perlu diubah dulu ke bentuk Julian Date, dan dengan memperhatikan kondisi tanggal 25 Maret 2021 () sebagai patokan awal perhitungan. <html> <head> <title>Contoh Piket Satpam</title> <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1"> <script> function Jul

Anak Usia Sekolah Hendaknya tidak hanya Bermain Game Online

Dalam bulan tulisan ini ditulis, penulis terganggu dengan kegaduhan anak-anak muda yang bermain game online di dekat rumah mertua penulis. Pasalnya, mereka masih anak usia sekolah menengah. Pandemi Corona yang semakin diperpanjang, membuat mereka tidak masuk sekolah, yang tidak lain akibat dari pendidikan yang dilakukan secara online. Mirisnya, mereka tidak menyibukkan diri dengan belajar, melainkan bermain game online, dan hal itu mereka lakukan mulai sekitar jam 10 malam, sampai subuh. Penulis tidak habis pikir, bagaimana mereka menanam bom waktu, yang bisa menghancurkan masa depan mereka sendiri suatu hari kelak. Pekerjaan macam apa yang mereka inginkan? Apakah sekolah sampai SMA/STM, tongkrongan motor sport gede, lulus, berijazah, rambut disemir, lalu mereka dapat menaklukkan dunia? Apakah mereka tidak tahu kalau kerasnya dunia justru berawal ketika mereka bekerja dan lepas dari orang tua? Dan apakah mereka akan menjadi sampah, benalu atau panutan masyarakat? Sungguh penulis tidak

Algorithma Perhitungan Weton Jodoh dengan Javascript

Gambar
Tertarik dengan perhitungan Weton jodoh yang terdapat dari berbagai sumber di internet, penulis yang memang menyukai pemrograman, tertantang untuk menuangkan algorithmanya dalam bentuk Javascript. Penulis sendiri tidak mempercayai hasil perhitungan ini, sebab menurut penulis ini bagian dari ilmu perdukunan. Hal ini juga karena Allah SWT tidak akan menerima sholat seseorang yang mempercayai dukun selama 40 hari. Penulis hanya ingin berbagi ilmu bagaimana menggunakan array di Javascript. Termasuk penggunaannya dalam perhitungan matematika. Pertama, perlu di deklarasikan hari dan pasaran serta value-nya, dalam bentuk array seperti dibawah ini: var isian=[ "Minggu" , "Senin" , "Selasa" , "Rabu" , "Kamis" , "Jumat" , "Sabtu" , "Pahing" , "Pon" , "Wage" , "Kliwon" , "Legi" ]; var value=[5,4,3,7,8,6,9,9,7,4,8,5]; Kedua, deklarasikan hasil perhitungan dalam array seperti

Review Pengguna yang Berperilaku Konsumtif

Gambar
Suatu pagi, penulis sebagai developer Aplikasi Long Division, Computational Lab mendapat review seperti gambar di bawah ini: Mungkin bagi sebagian banyak orang akan menganggap ini lucu, karena mengadu/review aplikasi hanya masalah bahasa, adalah lebih ke pribadi pengguna, bukan ke developer. Apalagi aplikasi yang direview bertema matematika, angka-angka merupakan bahasa sendiri dan tidak tergantung pada penjelasan bahasa tertentu, untuk tingkat dasarnya. Namun bagi penulis, yang juga menjadi pengajar, hal ini membuat saya sedih. Pasalnya, generasi didikan kita (sesuai ditunjukkan pada review di atas), diusia dini sudah menunjukkan identitasnya sebagai konsumen yang tulen. Entah, apa memang dia berasal dari keluarga yang kaya, atau memang pendidikan yang menyebabkan dia berpola pikir seperti itu. Artinya generasi didik kita lebih ingin memposisikan diri sebagai raja/ratu yang harus dilayani sebaik mungkin, dan jika tidak puas atau tidak sesuai keinginan mereka sedikit saja, maka sudah p

Menjadi Penulis Lepas Sendiri atau di Media Online

Masa isolasi diri COVID-19, membuat sebagian orang berpikir keras untuk dapat melakukan pekerjaan yang dapat tetap menghasilkan pendapatan, meskipun berada di rumah. Salah satunya adalah mencoba untuk menjadi penulis lepas, dibeberapa media online yang dapat ditemukan melalui penelusuran internet. Tulisan yang dapat dikirimkan dapat berupa opini, berita, esai, cerpen, tutorial dan bahkan puisi. Begitu juga dengan sistem honorarium yang diterima. Ada media online yang memberikan langsung dengan nominal tertentu, ada yang menggunakan bagi hasil, dan ada juga yang membayar dengan nominal kecil dulu, baru kemudian menambahkannya sesuai jumlah pembaca yang tercatat. Sayangnya dari beberapa media online tersebut, mereka memiliki pola yang sama. Yaitu bertujuan membangun sebuah media beriklan, dengan iklan yang berasal dari Google Adsense. Artinya, pendapatan media online tersebut berasal dari Adsense. Padahal untuk dapat menampilkan iklan, penulis lepas dapat mendaftarkan diri di Adsense den


Cerita Suka Suka