Sunday, September 16, 2018

Dibutuhkan Investor Pembuatan Aplikasi TPS

Pendahuluan

Kami memiliki penelitian perencanaan radioterapi yang terbengkalai, yaitu penelitian tentang pembuatan Treatment Planning System (TPS), sebagai solusi penentuan sudut terbaik penyinaran kanker atau tumor. Dan melalui proposal ini kami berniat untuk mencari investor, yang bersedia mendanai dan menjadi sponsor secara penuh penelitian yang telah kami mulai lebih dari 8 tahun yang lalu.

Awal Mula

Penelitian dimulai sekitar tahun 2010, saat itu penulis bekerja sebagai tenaga bantu laboran di Laboratorium Komputasi Jurusan Fisika Universitas Brawijaya. 

Seorang mahasiswa S2 bernama Novan Habiburrahman, bimbingan Pak Unggul P. Juswono, salah satu dosen Jurusan Fisika, datang dan memperkenalkan kepada penulis tentang salah satu metode bagaimana mencari sudut terbaik dalam perencanaan penyinaran radioterapi.

Singkatnya, mahasiswa tersebut memperkenalkan kepada penulis, bagaimana perencanaan radioterapi dilakukan. Yang mana pasien terlebih dahulu diambil gambar organ dalamnya menggunakan CT-Scan. Kemudian Fisikawan Medis menentukan posisi tumor atau kanker yang akan diobati, melakukan  planning, menghitung sudut terbaik dan menentukan berapa besar intensitas sumber yang harus dipancarkan perangkat radioterapi. 

Gambar 1 Tahap-tahap perencanaan penyinaran


Kurang lebih dalam satu tahun, aplikasi perencanaan penyinaran 2D (dua dimensi) berhasil dibuat, sekaligus sebagai bentuk implementasi dari tesis yang berjudul “Estimasi Perhitungan Dosis Penyinaran Radiasi pada Organ Bergerak”, yang screenshot tampilan aplikasinya sebagai berikut:


Gambar 2 Software 2D TPS

Aplikasi ini disebut nama 2D TPS dan dibuat dengan bahasa pemrograman Java, yang dikompilasi dengan Greenfoot. Di mana dalam gambar screenshot di atas menunjukkan hasil simulasi perencanaan penyinaran tumor otak, yang disinari dengan Beam arah kiri dan kanan.

Ide awalnya adalah dengan mengetahui pola penyerapan sel terhadap sinar X mesin CT-Scan, yang terbentuk sesuai nilai Hounsfields Unit (HU) masing-masing sel. Pola tersebut dapat diasumsikan sebanding dengan penyerapan sel untuk sinar radioterapi. Sebagaimana ilustrasi Gambar 3, gambar grayscale tiap potong organ CT-Scan adalah hasil konversi nilai data HU ke pixel, dengan nilai window dan level tertentu ke bentuk file JPEG atau PNG.

Gambar 3 Pembentukan gambar grayscale CT-Scan

Sehingga dapat dikatakan perhitungan yang dilakukan aplikasi 2D TPS di atas adalah sebatas pendekatan/perbandingan. Di mana gambar CT-Scan hanya digunakan sebagai alat bantu dan sekaligus acuan perbandingan bagaimana sel-sel melakukan penyerapan terhadap radiasi, bukan sebagai hasil perhitungan sebenarnya. 

Hasil perdekatan ini selain divisualisasikan berupa angka, juga ditampilkan berupa gradasi warna, yang mana warna ungu menunjukkan intensitas tinggi dan hijau sebagai intensitas rendah.

Pengembangan Android

Setelah tesis selesai, penelitian juga terhenti kurang lebih selama 2 tahun. Hal ini dikarenakan penulis terlibat penelitian lain pembuatan bahan ajar praktikum Fisika Eksperimen berbasis Java Applet, dan penelitian-penelitian lain yang berhubungan dengan Android. Namun dengan tambahan pengetahuan penulis dapat membuat aplikasi Android tersebut, penulis justru dapat melanjutkan penelitian pembuatan aplikasi TPS sebelumnya, menjadi aplikasi Android TPlanning 3.1 dan berhasil menjadi salah satu nominator di ajang INAICTA 2014.

Gambar 4 Aplikasi TPlanning 3.1

Meskipun tidak menjadi pemenang, namun penulis bersama 2 mahasiswa Jurusan Fisika, Lovina Wijayanti dan Dzarril Maulidiyah, di bawah bimbingan Pak Sugeng Rianto, telah berhasil membawa aplikasi ke jenjang yang lebih tinggi, dengan dilengkapi fitur tambahan yang lebih dibutuhkan pengguna dalam melakukan simulasi penyinaran. 

Fitur tersebut seperti grafik phi estimasi perbandingan penyerapan sel-sel (baik yang mengenai tumor itu sendiri atau yang dilewati beam), klasifikasi organ, serta grafik perbandingan radiasi yang diterima tumor/kanker dan organ sehat.

Gambar 5 menunjukkan Dzarril Maulidiyah bersama Lovina Wijayanti sebagai peserta pameran, ajang INAICTA 2014 yang diselenggarakan olek KEMINFO di Balai Kartini, Jakarta.

Gambar 5 TPlanning 3.1 sebagai peserta INAICTA 2014

Berikut ini adalah video wawancara dengan Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Keminfo, Bambang Heru Tjahyono:


Data DICOM

Meskipun telah sampai di ajang Nasional, kedua aplikasi di atas masih mempunyai kekurangan, yaitu masih menggunakan input buatan dari output gambar CT-Scan. Artinya data input yang berupa file berekstensi .hu, yang berisi nilai HU sel-sel organ, digenerate dari data CT-Scan yang berupa gambar JPEG atau PNG, melalui aplikasi Generate HU.

Gambar 6 Software Generate HU

Sehingga pada tahun 2015, penulis, Lovina Wijayanti, dan 2 orang mahasiswa lainnya, melanjutkan penelitian dalam bentuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan tujuan penelitian mendapatkan pendanaan dan kerjasama dengan pihak rumah sakit, yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Karena alasan menyesuaikan dengan tema kegiatan PKM, pengembangan  aplikasi TPlanning 3.1 tidak bernama TPlanning 4.0, tetapi diganti nama Endropoda 1.0. Selain perubahan nama ini terutama fokus orientasi penelitian dikhususkan sebagai bahan ajar mahasiswa Biofisika, Jurusan Fisika Universitas Brawijaya, penelitian mentargetkan data HU benar-benar diambil dari data DICOM yang digunakan oleh salah satu rumah sakit, tempat PKM dilaksanakan.

Dan hasilnya, penelitian berhasil masuk ke pendanaan PKM dan mendapat kesempatan bekerjasama dengan salah satu rumah sakit di Malang.

Tetapi dikarenakan keterbatasan waktu kegiatan PKM, dan meskipun masih menggunakan aplikasi Generate HU, Endropoda telah berhasil dikembangkan dan diuji coba menggunakan data input CT-Scan yang sesuai digunakan di rumah sakit. Selain itu Endropoda juga telah diuji coba sebagai bahan bantu ajar Kelompok Bidang Minat (KBM) Biofisika, Jurusan Fisika Universitas Brawijaya dengan metode distribusi aplikasi yang dapat diunduh secara gratis di Playstore.

Sayangnya Endropoda belum sempat di uji cobakan ke pihak masyarakat. terutama bagi pasien yang menjalani radioterapi. Sebagai bahan edukasi bahwa penyinaran radioterapi bukan sesuatu hal yang menakutkan. 

Klasifikasi Organ

Kemudian sebagai tugas akhir kuliah, Lovina Wijayanti bersama penulis melanjutkan penelitian ini secara lebih spesifik ke bagian klasifikasi sel-sel organnya. Tujuannya tidak lain adalah perlu dibuatnya algorithma yang dapat digunakan untuk membantu menentukan sel-sel tumor/kanker, yang nantinya dapat digunakan sebagai library pengembangan aplikasi TPS.

Masih bekerjasama dengan pihak rumah sakit yang sama dengan ketika PKM, hasilnya pada tahun 2016, Lovina dan penulis berhasil membuat aplikasi berbasis Java klasifikasi sel-sel organ untuk identifikasi tumor/kanker, yang tertuang dalam skripsi yang berjudul “Identifikasi Area GTV Tumor Astrositoma dan Kanker Serviks melalui Nilai Bilangan CT (BCT)”.

Prinsipnya, dengan mengetahui perbedaan yang mencolok pada nilai HU CT-Scan, sangat dimungkinkan dapat membuat algorithma deteksi tumor/kanker, dengan memasukkan batas klasifikasi sesuai nilai CT karakteristik tumor/kanker yang bersangkutan.

Gambar 7 Software Klasifikasi Organ

Misalnya, dengan mengetahui range BCT = +31 HU  sampai dengan +38 HU mengindikasikan keberadaan tumor astrositoma pada otak, maka dengan ditambah pencocokan nilai HU dalam kondisi otak normal, akan dapat dibuat algorithma, untuk identifikasi sel tumor/kanker secara otomatis.

Di sisi lain, bersamaan dengan pembuatan aplikasi di atas, penulis berhasil membuat aplikasi pembaca file DICOM versi dekstop dengan nama DICOM Inspector dan DICOM Reader untuk versi Android-nya.

Gambar 8 Software DICOM Inspector dan Aplikasi Android DICOM Reader

Pengembangan 3D

Setelah Lovina lulus, dan sebelum penulis mengundurkan diri dari pekerjaan penulis sebagai Laboran pada tahun 2017, penulis masih sempat melanjutkan penelitian pembuatan TPS di atas ke bentuk 3D-nya. 

Pengembangan aplikasi ini masuk menjadi salah satu pendanaan penelitian DPP/SPP tahun 2017, dosen-dosen Jurusan Fisika Universitas Brawijaya Malang. Dosen-dosen yang terlibat antara lain Achmad Hidayat, S.Si, M.Si., Drs. Sugeng Rianto, M.Sc., Firdi Yuana, S.Si, M.Si.

Dikarenakan dana yang minim dan waktu yang terbatas, penelitian hanya sampai pembuatan aplikasi pembaca DICOM, dan menampilkannya secara 3D versi dekstop (seperti Gambar 9):

Gambar 9 Software Predicted Beam 3D

Sehingga sampai proposal ini dibuat, penelitian belum sempat dilanjutkan. Dan perhitungan sudut terbaik, intensitas sumber, klasifikasi kanker dari hasil penelitian sebelumnya, belum dimasukkan ke aplikasi 3D-nya, meskipun tombol menu telah tersedia dalam aplikasi.

Kemudian dengan melihat potensi perkembangan device Android yang kinerjanya setara dengan komputer dekstop, maka akan sangat dimungkinkan untuk menggabungkan keseluruhan hasil penelitian di atas dalam bentuk aplikasi Android.

Bentuk Kerjasama

Penulis adalah seorang Android developer, dengan karya yang bisa di lihat di Playstore dengan nama developer Computational Lab

Kurang lebih penulis telah membuat 54 aplikasi dan game Android, dan berharap dapat melanjutkan project pembuatan aplikasi TPS di atas untuk versi Android-nya.

Target utamanya adalah membuat aplikasi TPS 3D yang dapat melakukan deteksi sel tumor/kanker, perhitungan sudut terbaik dan besar intensitas sumber secara otomatis. 

Di mana Algorithma otomatisasinya telah penulis berhasil uji coba dalam bentuk aplikasi Algebra Equation Calculator, buatan Computational Lab, yang dapat diunduh di Playstore disini.

Gambar 10 Aplikasi Algebra Equation Calculator

Sehingga Fisikawan Medis, atau orang yang bertugas melakukan perencanaan penyinaran, sebisa mungkin hanya melakukan single klik, dan TPS dapat dibuat dan dihitung dengan mudah, bahkan dengan device Android saja.

Imbal Balik

Melalui proposal ini kami berniat untuk mengajak investor, yang bersedia mendanai untuk keberlangsungan proyek ini.

Penulis tidak dapat menjanjikan imbal balik yang besar kepada investor. Namun penulis hanya dapat mengusahakan imbal balik berupa bunga sampai 10% terhadap dana yang dipinjamkan.

Dengan catatan, modal dan bunga ini tidak dapat penulis berikan secara mengangsur tiap bulan, baru dapat kami berikan ditahun ketiga bersama pengembalian dana sepenuhnya.

Oleh karena itu, sangat diharapkan penulis, investor adalah orang atau pihak yang telah tahu dan mengerti proyeksi potensi penelitian ini untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Sehingga tidak hanya membantu pendanaan, namun investor adalah orang yang juga dapat membantu dalam penyediaan data, dan turut serta dalam memvalidasi hasil penelitian, baik secara teori maupun praktek.

Timeline Penelitian

Alur penelitian yang akan dilaksanakan adalah sesuai flowchart berikut:

Gambar 11 Flowchart alur penelitian yang sudah dan belum dilakukan

Sedangkan jadwal pengerjaan per semester kurang lebih sebagaimana gambar tabel dibawah ini:

Pendanaan

Sebagaimana tabel timeline sebelumnya, tntuk penyempurnaan aplikasi sampai ke 3D-nya, penelitian ini akan membutuhkan waktu kurang lebih selama 3 tahun. Dimana skema pendanaannya sebagaimana ditunjukkan seperti tabel berikut:


Dana di atas, adalah dana mentah yang kami butuhkan sebagai teknisi, dengan perhitungan gaji programmer Rp 3,000,000 dan analisator Rp 2,500,000 perbulan. Analisator bertugas untuk membantu programmer secara keilmuan, termasuk mencarikan bahan-bahan, dasar teori atau apapun yang bersifat konseptual. Sedangkan dana lain-lain, merupakan dana yang selain dipakai untuk keperluan tidak terduga, juga akan tetap disimpan untuk dikembalikan kepada investor.

Sebagaimana terlihat pada tabel, peneliti akan mengembalikan dana yang diterima sebesar 110% di tahun ketiga. Jumlah tambahan bunga 10% tersebut, adalah sebagai bentuk rasa terima kasih peneliti atas pinjaman dana oleh investor.

Selain itu nama investor akan disematkan sebagai sponsor utama. Dan jika investor memiliki logo perusahaan atau semacamnya, maka logo tersebut akan ditempelkan atau menjadi menu dan di halaman “About Us” dalam aplikasi. 

Penutup

Demikian proposal ini kami buat, jika Anda adalah investor yang kami cari, atau jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai project di atas, silahkan hubungi nomor kontak penulis (atas nama Ubaidillah di WA 081252121526 atau di email komputasiub@gmail.com) di halaman cover proposal yang dapat di download link di bawah. Besar harapan kami, penelitian yang telah hampir berjalan 8 tahun ini dapat benar-benar terealisasi dan bermanfaat bagi orang lain, khususnya bagi penderita tumor atau kanker.

Daftar Pustaka

  • Habiburrahman, Novan. 2013. Estimasi Perhitungan Dosis Penyinaran Radiasi pada Organ Bergerak. Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Brawijaya, Malang.
  • Wijayanti, Lovina. 2015. Identifikasi Area GTV Tumor Astrositoma dan Kanker Serviks melalui Nilai Bilangan CT (BCT). Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Brawijaya, Malang.
  • Anonymous. 2015. A Hounsfield unit or CT number, http://www.odec.ca/projects/2007/kimj7j2/index_files/Page1674.htm (Diakses tanggal: 2 September 2015)
  • Mah, P., Reeves, T.E., Mcdavid, W.D.: Deriving Hounsfield units using grey levels in cone beam computed tomography. Dentomaxillofacial Radiology. 39, 323–335 (2010).

Download



logo

Thursday, September 13, 2018

Perumahan Murah Buring Residence

Perumahan Buring Residence adalah perumahan murah Malang, yang tepatnya di Buring. Lokasinya yang sekitar 10 menit dari Stasiun Kota Lama Malang, dan dekat dengan pabrik, menjadi salah satu pilihan sebagai hunian di Malang dengan budget terbatas.

Kelebihan perumahan disini antara lain:

  1. Berada di wilayah kota
  2. Desain rumah dapat di desain sendiri
  3. Murah, meskipun non subsidi

Di bawah ini adalah denah pembagian kavling tanah oleh developer dan peta lokasinya. Sampai tulisan ini ditulis, bagian yang berwarna merah adalah bagian yang sudah terjual dan sebagian sudah ditempati, di mana patokan harga:

  • Harga mulai Rp 185 juta untuk block A dan B
  • Harga mulai Rp 275 juta untuk block C dan D



Harga di atas sudah termasuk kelengkapan pembelian rumah termasuk biaya sertifikat, IMB, PLN 900 watt, air bersih, biaya balik nama, dan Pajak. Dan harga di atas dapat berubah sesuai kenaikan harga tanah seiring perubahan waktu dan kondisi lokasi, atau sesuai desain rumah yang diinginkan.

Meskipun dapat didesain sendiri, berikut ini adalah contoh rumah standar yang dipatok oleh developer, yang disesuaikan dengan ukuran tanah block A:


Alasan kuat kenapa harus membeli rumah di Buring Residence?

Selain karena lokasinya yang termasuk di wilayah kota Malang, bukan kabupaten, yang konon pengurusan berkas-berkas kependudukan lebih mudah. Saat tulisan ini ditulis, harga di atas adalah harga termurah dibanding perumahan lain di wilayah kota Malang, dimana patokan harga rumah di dalam kota sudah mencapai angka mulai Rp 300 juta. 

Pembelian dapat dilakukan secara cash atau melalui KPR, dengan tanda jadi Rp 15 juta di muka. Untuk pembelian secara KPR, syarat-syarat dan proses pembelian akan menyesuaikan dengan ketentuan pihak Bank, yang mana biasanya setidaknya di perlukan pelunasan hingga 30% dahulu, dari harga total (mulai sekitar Rp 48 juta). Sehingga pada prinsipnya, jika pembeli tidak memenuhi syarat-syarat dan ketentuan KPR pihak Bank mengambil KPR, maka developer juga dapat menolak pembelian rumah tersebut.

Jika Anda tertarik atau ingin mengetahui informasi lebih jauh, Anda dapat menghubungi nomor WA di bawah. Perlu diperhatikan nomor kontak tersebut adalah nomor kontak sales, bukan developer. Sehingga nanti harap maklum jika terdapat kesalahan informasi dari pihak sales.



logo

Friday, September 07, 2018

Saran Mencari Calon Pembeli bagi Sales melalui Media Online

Setiap sales, pasti berkeinginan produk yang dijualnya, dibeli oleh setiap konsumen yang dia tawari.



Bahkan ada sales yang memberikan imbal balik berupa mie instan gratis, sebagai imbal balik bagi pendengar yang mendengarkan presentasinya. Mungkin cara ini konyol, namun di desa penulis, ternyata banyak juga penduduk desa yang meluangkan waktu datang untuk mendengarkan.

Di era digital sekarang ini, promosi produk banyak dilakukan melalui media sosial, bukan hanya mereka yang mempunyai pekerjaan sebagai sales, namun bentuk promosi dilakukan oleh para individu yang ingin menawarkan apapun bentuk produk yang dijualnya.


Advertisement




Berikut ini adalah sedikit saran untuk sales yang menawarkan produknya melalui media sosial atau media internet lainnya, berdasarkan sudut pandang penulis sebagai pembeli, bukan penjual.

Seringkali sebagai calon pembeli atas suatu produk apapun, penulis mendapatkan tawaran produk, baik itu produk berupa barang atau jasa, ada yang melalui email, sms bahkan telepon.


Lucunya, penulis seringkali mendapatkan tawaran produk yang sebenarnya sama, namun dalam kemasan, merek atau sales yang berbeda.

Kasihannya lagi, adalah sales yang menawarkan produk dengan percaya diri, yang memulai penjelasan dari awal tentang produk tersebut. Padahal di sisi lain penulis telah pernah mendengarnya dari sales yang lain sebelumnya.

Kadang untuk menghormati kepercayaan diri sales itu, karena penulis juga bergerak dibisnis bidang marketing, penulis berlagak seolah belum tahu apapun tentang produk yang ditawarkan.

Sehingga dalam kondisi demikian, bukan hanya waktu sales yang terbuang, juga waktu penulis sebagai calon pembeli.

Kemudian bagaimanakah sales memanfaatkan internet sebagai media untuk menjual produk yang dijualnya?

Sales sebenarnya dapat memanfaatkan media sosial, atau profile publik target calon pembeli yang dapat dilihat di internet, sebelum mengirimkan email, sms atau telp berisi konten promosi.

Sehingga konten promosi dapat dibuat sedemikian rupa, sehingga dikirimkan dengan isi yang tepat dan dapat menarik calon pembeli menjadi benar-benar pembeli produk yang ditawarkan.

Bukanlah tidak mungkin, seorang sales menawarkan produk pada orang lain yang ternyata sales produk yang sama juga. Karena tidak dicek dulu latar belakang calon konsumen yang dihubunginya.


Advertisement




Contohnya, seorang sales girl menawarkan produk asuransi, sebelum menghubungi nomor telp calon konsumen, dengan menggunakan search engine Google, hendaknya nomor telp dilacak dahulu, untuk dilihat informasi sesuai status publik onlinenya. Sehingga sales girl tersebut, dapat memulai penawaran produk dengan sedikit info tentang latar belakang, pekerjaan, atau kesukaan calon konsumen sesuai informasi publik nomor telp yang bersangkutan. Selain untuk menghemat waktu, dengan menawarkan sesuai background calon konsumen, potensi calon konsumen tertarik membeli produk akan jauh lebih besar.

Namun perlu diingat, diharapkan sales yang menggunakan cara di atas, tetap mematuhi norma kesopanan dalam berpromosi, meskipun informasi publik yang didapat terhadap calon konsumen, lebih dari yang diharapkan.

Di sisi lain, oleh karena hal di atas pula, hendaknya setiap orang juga lebih berhati-hati dalam membagikan informasi publiknya. Jangan sampai dimanfaatkan oleh sales atau orang yang tidak bertanggung jawab.

Kesimpulannya, dengan internet, seharusnya seorang sales dapat dengan dengan mudah melihat target calon pembelinya. Sehingga selain lebih efektif promosi, potensi produknya terjual lebih tinggi.
logo

Popular Posts